Permasalahan pehobi jamur

Kegagalanku dengan jamur dari daerah BR memberiku berbagai dugaan bahwa:

  1. Baglog yang kubeli kualitasnya gak bagus. Sebagian besar terkontaminasi jamur lain terlihat dari warnanya yang gak putih bersih tapi banyak noda kuning kecoklatan dan coklat tua. Ketika kutanyakan ke suppliernya, katanya kalo baglog jamur kuping memang seperti itu penampakannya (aku sekarang kurang percaya, mungkin juga karena si bapak petani gak tau ato (semoga gak) bo’ongin aku, ato aku yang emang sok tau, hehe…. Selain itu, ada yang miseliumnya tipis gak mau menebal. Ini dia penampakannya: 20160129_011417 - Copy
  2. Panen berikutnya setelah panen pertama dari baglog pertamaku lama banget, hampir sebulan, Bo! Padahal mustinya paling lama 2 minggu udah numbuh lagi. Baglognya juga keriput berat pertanda kering. Mungkin memang kondisi lingkungan di dalam rumah kurang ideal karena kurang lembab dan terlalu terang. O, ya, baglognya kulubangi sekeliling ‘mulut’ baglog sebanyak 5 lubang @ 1 cm, mulut plastik gak kulebarin, jamur kukorek sampe serbuknya keliatan. Jamur yang bagus ternyata yang tumbuh dari ‘mulut’ baglog, sementara yang dari lubang sekelilingnya itu mengering ketika masih kecil2 bingit.
  3. Jamur kupingnya semua mengering, kenapa ya? Lagi-lagi mungkin karena lingkungannya yang kurang lembab.
  4. Panen jamur bantarwuniku yang pertama cukup banyak, 130 gram! Ini baru … supplier yang layak dipertahanin.
  5. Mencegah terlalu lamanya panen berikutnya, aku bikin riset kecil-kecilan terhadap baglog yang udah panen pertama:
    1. Hanya lubang bekas tumbuh jamur yang kukorek sampe serbuk baglog keliatan, sementara bagian lainnya nggak diapa-apain karena miseliumnya putih pertanda gak kontam. Mulut baglog kubiarkan, sekelilingnya kubuat 5 lubang @ 1 cm. Demikian juga belakang baglog kulubangi 2.
    2. Idem dengan 1, kecuali mulut baglog kukaretin longgar, sekelilingnya kubuat 5 lubang @ 1 cm. Belakang baglog disayat 2 waktu habis panen pertama dulu.
    3. Idem dengan 1, tapi baglog yang di mulut plastik banyak yang kubuang karena kontaminasi jamur berwarna hitam. Selanjutnya idem no. 2.
    4. Baglog 1-3 disuntik sirup vitamin B anakku dengan takaran 1 sdm dilarutkan ke dalam 50 ml akuades. Baglog 1 sebanyak 10 ml @ 5 ml untuk masing2 depan dan belakang. Baglog 2 dan 3 @ 15 ml
  6. Semoga hasilnya bagus… Aamin.

Lanjut kalo ada perkembangan….

Advertisements

Bertanam jamur tiram dan jamur kuping

Berawal dari ketertarikan terhadap grow box, dan secara kebetulan ketika jalan-jalan di acara Islamic Fair tgl 15 November 2015, ada stand pengusaha kecil menengah yang memamerkan baglog jamur tiram. Aku pun membeli 2 buah @ Rp 1300,- Sangat murah, tapi aku hanya beli 2 karena baru mau nyoba menanam jamur. Seingatku, barulah pada minggu 3 Desember, jamur pertamaku tumbuh menjadi tubuh buah. Sangat menyenangkan!

Pengalaman ini membuatku ketagihan untuk membeli baglog lebih banyak lagi. Cari info sana-sini, didapatlah info petani jamur yang nyediain baglog di desa Bantarwuni. Aku beli 10 baglog @ Rp 1800,- tgl 23 Desember. Lebih mahal, tapi gak papa-lah, masih untung juga dilayani. Orang lain mah, pesennya 1000 baglog!

Pengin memperbanyak variasi jamur, 27 Desember aku hunting lagi baglog jamur kuping, jamur tiram ungu, kuning dan pink di daerah Baturaden. Aku beli total 20 baglog, seharga rata2 Rp 1500,- Untuk rumah bagi jamur-jamurku, kubeli 2 rak sepatu dari kayu solid yang lalu ditumpuk dan disatukan menjadi sebuah lemari, tentu saja setelah pake rayuan maut ke my beloved husband untuk merangkainya 🙂

Hari demi hari kutunggu, jamur tiram kuning mulai tumbuh, begitupun jamur tiram pink. Sayang banget, gak rimbun, bahkan yang kuning ada yang kering sebelum berkembang. Begitupun jamur kuping, bermunculan tapi lagi-lagi kering ketika masih krucil-krucil 😦

Untunglah, di tengah kekecewaan itu, jamur bantarwuni-ku tumbuh, rimbun dan subur. Ini dimulai tgl 23 Januari 2016, panen pertama 26 Januari, disusul besok dan lusa dan lusanya lagi…. Ini dia jamur bantarwuni:

20160128_084651
Partisi ruangan berhias jamur tiram

Kiri atas adalah baglog yang baru dipanen, keliatan ada lubang bekas tumbuhnya ‘batang’ jamur. Semoga 2 minggu lagi jamurnya tumbuh. 3 baglog yang lain udah siap dipanen dan dimasak. O, ya, panen pertamaku udah jadi jamur krispi dan sate jamur.

 

 

Sari Buah Mangga

Bingung manfaatin buah mangga yang udah aku stok selama seminggu di kulkas dan udah mulai berbintik-bintik coklat kulitnya, aku putusin untuk dibikin sari buah (jus) aja kayak yang di Arab sana (maunya 🙂 ). Aku bikinnya terinspirasi ama web ini.  Oke, langsung aja.

BAHAN:

Mangga indramayu dicuci, dikupas, ambil bagian yang bagus, buang bagian yang jelek, dipotong-potong, lalu ditimbang.

Gula pasir sebanyak 14% dari berat bersih daging buah mangga.

Air minum sebanyak 2 x volume pure mangga (hasil blender-an mangga)

Natrium benzoat (saya pake benzoat titan) sebanyak 0,04% nya atau 0,4/1000 dari berat pure mangga

Garam sebanyak 0,5% dari berat pure mangga

Potongan es batu

CARA MEMBUAT:

  1. Blansing potongan buah mangga dengan cara mendidihkan air, kemudian masukkan potongan buah ke dalam air mendidih selama 5 menit. Tiriskan, langsung masukkan ke dalam potongan es untuk menghindari overcooked.
  2. Blender potongan buah mangga menggunakan sebagian air bekas memblansing sampai membentuk pure yang halus.
  3. Ke dalam air bekas memblansing yang masih mendidih, masukkan gula pasir, natrium benzoat dan pure yang telah diencerkan sampai rata (kira-kira 1-2 menit).
  4. Ambil buih yang terbentuk, ini bisa dijadikan selai.
  5. Kalau menghendaki sari buah yang jernih, maka sari buah disaring menggunakan kain saring, tapi kalau menghendaki masih ada serat, maka tidak usah disaring.
  6. Masukkan dalam plastik sebanyak 200 ml, ikat erat.
  7. Pasteurisasi dengan cara memasukkannya dalam air bersuhu 65 – 68 der Celcius, selama 20 menit.
  8. Langsung masukkan plastik berisi sari buah ke dalam air dingin sampai sari buah mencapai suhu ruang.

Ayam Kalasan

Menu ini favorit anak-anakku. Mereka mengira ini ayam bakar, hihi…ketika mereka nanyain ke aku, kubilang saja itu ayam bareng (bakar-goreng), soalnya mereka request-nya ayam bakar.

BAHAN:

1 ekor daging ayam (1,3 kg), dipotong jadi 10 bagian. Bisa ditambah kulit kalo suka, karena ntar bagian kulitnya mengkerut, padahal kulit ini bagian yang paling disuka anak-anakku.

2 lb daun salam

2 bt serai

5 bt bunga cengkeh

2 cm kayumanis (aku gak pake karena gak punya)

2 cm lengkuas

2 sdm air asam jawa (aku pake 3 mata asam jawa, ntar langsung diblender bareng bumbu-bumbu halus, tentu dengan ditambah 2 sdm air matang)

50 g gula merah

Air kelapa kalo ada, kalo gak ada bisa diganti air biasa.

 

BUMBU HALUS:

5 bt bawang merah

4 bt kemiri

2 bt bawang putih

2 ruas jari kunyit

2 ruas jari jahe

1/2 sdt merica butir (aku pake merica halus)

garam secukupnya

 

CARA MEMBUAT:

  1. Iris-iris tipis semua bumbu halus kecuali merica dan garam, tumis dengan urutan bawang merah dulu sampe agak layu baru masukin yang lain, karena bawang merah lebih lama matengnya. Minyak sisa menumis dipake buat numis daun salam, lengkuas, sereh, bunga cengkih dan kayu manis.
  2. Blender bumbu-bumbu tersebut dengan ditambah 2 mata asam dan air 2 sdm sampai halus. Tambahkan  gula merah, blender lagi sampai halus. Keluarkan bumbu dari dalam blender, tuang ke wajan, tambahkan kecap dan garam dan merica, aduk-aduk sampai merata. Tambahkan juga rempah-rempah yang telah ditumis bersama minyak bekas menumisnya.
  3. Masukin potongan-potongan ayam, tuangkan air kelapa.
  4. Ungkep sampai airnya nyemek-nyemek. Bisa langsung digoreng hingga kecoklatan (hati-hati jangan pernah ditinggal-tinggal karena cepet gosong), ato lebih enak lagi kalo nggorengnya entar-entar karena bumbunya bakal lebih meresap ke dalam daging.

Menghias donat

Pagi ini aku dapat pelajaran berharga dalam menghias donat pakai coklat leleh:

  1. Jangan pernah melelehkan coklat dengan mengetimnya di atas air mendidih karena akibatnya coklat akan menjadi sangat encer dan sulit untuk membeku. Cukup di air panas yang sudah tidak mendidih lagi yang tidak terlalu panas jika kita sentuh.
  2. Jangan pernah melelehkan coklat di dalam kantung plastik yang langsung dimasukkan ke air panas karena rawan bocor. Jika air sudah masuk dan mencampuri coklat, maka coklat tidak akan homogen dan sulit melarut.
  3. Mungkin yang bisa dicoba: parutkan coklat di dalam kantung plastik. Letakkan kantung plastik di atas rantang. Letakkan rantang berisi plastik tadi di atas rantang lain yang persis sama ukurannya, yang telah diisi dengan air panas, sehingga uap air tidak bisa keluar dari rantang yang berisi air. Goyang-goyangkan plastik hingga coklat meleleh semua. Gunting ujung plastik, hati-hati gunakan coklat leleh tadi untuk menghias kue.

Mendoan

BAHAN:

3 buah tempe mendoan (masing-masing berisi 2 lembar tempe)

1 gelas tepung beras, dimana 1 sdm di antaranya diganti dengan tepung terigu protein sedang/rendah

1/2 gelas air

2 batang bawang daun, diiris tipis-tipis

Minyak goreng secukupnya

BUMBU (dibuat banyak untuk persediaan):

10 buah bawang putih, iris-iris agak halus

4 sendok takar (sendok obat) ketumbar

12,5 sendok takar garam kasar

CARA MEMBUAT:

  1. Buat terlebih dahulu bumbunya: blender halus ketumbar di dalam blender yang kering, tambahkan bawang putih dan garam, blender lagi hingga halus. Simpan untuk persediaan.
  2. Buat adonan tepung dan air hingga menjadi adonan yang kekentalannya pas. Tambahkan 1 sendok takar bumbu halus.
  3. Tambahkan bawang daun. Celupkan tempe ke adonan, goreng dalam minyak panas hingga kematangan yang dikehendaki.
  4. Tiriskan dalam wadah beralas tissu.
  5. Untuk 6 buah mendoan.

 

 

Pizza praktis dari adonan donat

Masih ingat postinganku tentang donat pilihan, bukan? Resepnya di sini. Nah, karena adonannya masih tersisa, aku taruh sisa adonan sebanyak 1 kantung plastik segitiga di freezer. Selanjutnya, itu adonan mau kita bikin seloyang pizza.

Bahan:

1 kantung plastik adonan donat. Kalo baru dikeluarkan dari freezer, diamkan dulu hingga suhu kamar dan adonan menjadi lembek.

daging burger dipotong2 atau boleh juga sosis

daging cincang matang yang sudah diberi garam

bawang bombay iris tipis

saus tomat

saus sambal

margarin

mayones

keju

oregano

jamur kancing diiris tipis

Cara membuat:

  1. Siapkan loyang yang dialasi kertas roti/aluminium foil dan diolesi margarin. Nyaulakan oven suhu 200 derajat dan distel dg waktu 30 m.
  2. Semprotkan adonan melingkar rapat hingga memenuhi loyang.
  3. Olesi permukaan adonan dengan sambal dan saus tomat, tambahkan mayones, ratakan.
  4. Tata isian pizza di atasnya, taburi keju. Panggang hingga matang.